Netflix sebagai platform streaming media yang terkenal di seluruh dunia, menawarkan pengalaman hiburan yang mulus kepada lebih dari 240 juta pengguna dengan antarmuka pengguna yang sangat dipersonalisasi dan stabilitas sistem yang luar biasa. Baik kamu duduk di sofa di Hong Kong atau di kafe di Amerika Serikat, layanan Netflix selalu siap menyajikan konten paling menarik kapan saja. Apa rahasia teknologi di balik semua ini? Salah satu jawabannya adalah kolaborasi Netflix dengan AWS, serta sistem EV Cache yang dirancang khusus untuk caching yang efisien.
Di konferensi AWS re:Invent, tim insinyur Netflix mengungkapkan rincian desain sistem caching ini serta seluk-beluk arsitektur replikasi data globalnya, tidak hanya memberikan wawasan mendalam tentang cara kerja teknologi, tetapi juga menunjukkan bagaimana menghadapi tantangan arus data global dengan efisien.
Misi Netflix adalah "membawa hiburan dan kesenangan untuk penonton di seluruh dunia," dan dalam mewujudkan misi ini, mereka menghadapi tantangan besar. Misalnya, ketika kamu membuka Netflix dan mengklik serial favoritmu, apakah kamu pernah menunggu lebih dari satu menit? Hampir tidak. Ini berkat sistem caching yang kuat yang dibangun oleh Netflix secara global, memastikan pengguna dapat mulai menonton film secara instan, tidak peduli di mana mereka berada.
Namun, semua ini bukanlah hal yang mudah. EV Cache adalah sistem terdistribusi yang dirancang oleh Netflix untuk caching yang efisien, di mana "EV" mewakili cache sementara (Ephemeral Volatile Cache). Meskipun "Volatile" berarti mudah hilang, sebenarnya, data EV Cache disimpan berdasarkan SSD dan mencapai tingkat stabilitas dan ketersediaan yang sangat tinggi melalui replikasi data di berbagai wilayah.
Sistem ini dapat memproses lebih dari 3 miliar permintaan data per detik, dan telah menyimpan lebih dari 14,3 PB data, dengan dukungan dari infrastruktur AWS yang tersebar di seluruh dunia.
Melakukan replikasi data dalam sistem cache mungkin terdengar tidak intuitif, karena data cache biasanya hanya digunakan untuk akses jangka pendek. Namun, kebutuhan bisnis khusus dari Netflix menjadikan replikasi data sangat penting. Layanan replikasi data global Netflix terdiri dari beberapa microservices, dan diimplementasikan dengan menggunakan Kafka, SQS, dan arsitektur cache terdistribusi dari AWS. Tujuan desain utamanya adalah untuk meningkatkan efisiensi pemrosesan data.
Seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna dan data di Netflix, bagaimana menurunkan biaya operasional menjadi topik penting. Baru-baru ini, Netflix telah mencapai beberapa kemajuan dalam optimasi kinerja dan biaya.



