Close Menu
ZTYLEZMAN – Tren fesyen pria, mobil dan jam tangan mewah, produk elektronik, dan situs web informasi keuanganZTYLEZMAN – Tren fesyen pria, mobil dan jam tangan mewah, produk elektronik, dan situs web informasi keuangan
    Search
    YouTube Facebook Instagram
    • Back to ZTYLEZ.COM
    Facebook Instagram YouTube
    ZTYLEZMAN – Tren fesyen pria, mobil dan jam tangan mewah, produk elektronik, dan situs web informasi keuanganZTYLEZMAN – Tren fesyen pria, mobil dan jam tangan mewah, produk elektronik, dan situs web informasi keuangan
    • ZCOVER
    • INTERVIEW
    • STYLE
      • Editorial
      • Fashion
      • Footwear
      • Grooming
    • WATCHES
      • Watches & Wonders
    • AUTO
      • Racing
      • Drive
    • GADGETS
    • INVESTMENT
      • Properties
      • Auctions
      • Credit Cards
    • LIFESTYLE
      • Food & Drink
        • Liguor Guide
      • Gaming
      • Sports
      • Movies & TV
      • Travel
      • Entertainment
      • Design
    • Contact Us
    ZTYLEZMAN – Tren fesyen pria, mobil dan jam tangan mewah, produk elektronik, dan situs web informasi keuanganZTYLEZMAN – Tren fesyen pria, mobil dan jam tangan mewah, produk elektronik, dan situs web informasi keuangan
    Home»Auto»Racing»Perubahan Strategi Tim Prema: Mengorbankan Daya Saing F2 dan F3 demi IndyCar
    Racing

    Perubahan Strategi Tim Prema: Mengorbankan Daya Saing F2 dan F3 demi IndyCar

    2026-01-14By Sam
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Tim Prema baru-baru ini melepas Oliver Bearman dan Andrea Kimi Antonelli saat mereka naik ke F1, sekaligus menyambut dua lulusan F3, Sebastian Montoya dan Gabriele Mini, sebagai kekuatan baru. Namun, tim ini memutuskan untuk mengarungi dunia balap IndyCar, yang merupakan ajang formula teratas di Amerika, langkah ini berdampak besar pada penurunan daya saing F2 dan F3 di arena Eropa.

    Montoya dan Mini meski sudah sering muncul di podium dan memiliki catatan bagus, tetapi performa keseluruhan tim Prema masih belum bisa mengejar pesaing utama. Musim ini adalah musim kedua tanpa kemenangan sejak tim didirikan, dan juga yang pertama sejak kejuaraan F3000 pada tahun 1998, menunjukkan tantangan yang dihadapi saat ini.

    Setelah Mini bergabung dengan tim MP, tim Prema merekrut mantan siswa F3, Mari Boya, sebagai rekan baru Montoya. Montoya akan berulang tahun ke-21 pada bulan April, anak dari mantan pembalap F1, Juan Montoya. Dia lahir di Miami tetapi berlaga dengan identitas kewarganegaraan Kolombia yang diwarisi dari ayahnya.

    Pada musim pertama Montoya di F2, dia menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan saat di F3. Selain berhasil masuk 10 besar dalam setengah dari balapan, dia juga naik podium di tiga balapan, yaitu di Monaco, Spanyol, dan Inggris. Kesuksesannya ini membawanya mendapatkan dukungan dari tim balap India, Mumbai Falcons, di paruh akhir musim.

    Boya baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-22 pada bulan April. Ia berasal dari Catalonia, Spanyol, dan menguasai berbagai bahasa, yang menjadi keunggulan baginya sejak debutnya di dunia balap formula pada tahun 2020. Pada tahun 2023, Boya berhasil meraih gelar juara F3 European Cup. Meskipun performanya di dua tahun pertama kejuaraan F3 tidak sesuai harapan, di tahun ketiga, ia berhasil merebut posisi ketiga di klasemen tahunan dan meraih peringkat kedua di Macau GP di akhir musim, yang membawanya bergabung dengan sistem pengembangan Aston Martin setelah musim berakhir.

    Meski tim Prema tetap mempertahankan daya saing tertentu di tengah pergeseran sumber daya, manajemen mungkin akan terus mengalihkan sebagian besar sumber daya ke IndyCar, dengan harapan bisa memasuki sistem pembagian keuntungan. Oleh karena itu, tim F2 dan F3 tahun lalu yang tidak meraih kemenangan akan menghadapi tantangan lebih besar, dan di masa depan mungkin perlu bergantung pada pengemudi untuk mendatangkan dukungan dana agar bisa mempertahankan level yang ada.

    Saat ini, nampaknya Montoya dan Boya hanya perlu terus menjadi tamu tetap di lingkaran poin, dan jika mereka bisa naik podium atau meraih juara di salah satu balapan musim ini, maka itu bisa dianggap sebagai musim yang sukses. Namun, seberapa lama periode sulit ini akan berlanjut, tergantung pada kapan tim IndyCar bisa masuk ke dalam sistem pembagian hadiah atau membuat keputusan besar lainnya.

    Previous ArticlePeluncuran Le Labo CYPRÈS 21 Indigo Classic Candle yang Menghormati Tradisi Jepang dan Menawarkan Aroma Segar dan Menenangkan
    Next Article Surga Neraka: Jigokuraku Musim 2 Tayang Perdana Januari 2026 Dengan Lagu Baru dan Adaptasi Manga Populer

    Related Posts

    睡眠追蹤裝置 Oura Ring 4、Apple Watch、Samsung Galaxy Ring

    Mengapa Setelah Tidur Delapan Jam Kita Masih Merasa Lelah dan Perangkat Pelacak Tidur Menjadi Solusi

    2026-03-02 Gadgets

    Generasi Ketiga CLA Mercedes-Benz dengan Teknologi Elektrifikasi dan Platform 800V

    2026-02-27 Drive
    ADVERTISEMENT

    Panerai di Watches & Wonders Geneva 2025: Menampilkan Jupiterium, PAM01575, dan Seri Luminor Marina

    2025-04-17

    IWC Watches & Wonders 2025: 12 Jam Tangan Baru yang Menggemparkan Dunia

    2025-04-15

    Rencana Hari Kasih Sayang | Filosofi Romantis Generasi Baru Pria – Zhong Jiajia, He Weiwei, Xing Zhuohui

    2025-02-14
    Facebook Instagram YouTube
    • ZTYLEZ.COM
    • Terms and Conditions
    • Contact Us
    © 2026 ZTYLEZ.COM LIMITED

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.