Dalam konteks persaingan yang semakin ketat di pasar mobil listrik global, produsen mobil listrik Tiongkok BYD baru-baru ini telah menjual lebih dari 2,25 juta unit, mengalahkan Tesla untuk pertama kalinya dan menjadi pemimpin penjualan mobil listrik. Menurut laporan BBC, penjualan mobil listrik murni BYD meningkat hampir 28%, sementara penjualan Tesla pada kuartal ini turun 9% dibandingkan tahun lalu.
Pada tiga bulan terakhir tahun 2025, penjualan Tesla mengalami penurunan drastis sebesar 16%, terutama disebabkan oleh pencabutan subsidi sebesar 7.500 dolar AS oleh pemerintah, yang menghilangkan keunggulan harga untuk mobil listrik, mobil hybrid plug-in, dan mobil berbahan bakar sel. Situasi ini menyebabkan Tesla mencatat penurunan penjualan untuk tahun kedua berturut-turut, menarik perhatian luas di pasar.
Selain itu, laporan menyebutkan bahwa respons pasar terhadap model baru Tesla bervariasi, ditambah lagi dengan keterlibatan Elon Musk dalam politik yang menimbulkan ketidaknyamanan. Faktor-faktor ini mempengaruhi citra keseluruhan merek, dan membuat Tesla menghadapi tekanan kompetisi yang semakin ketat dari perusahaan mobil China. Merek seperti BYD, MG, dan Geely, dengan harga yang lebih menarik, sedang merombak pasar mobil listrik global dan memperkuat jarak antara mereka dan merek tradisional dari Eropa dan Amerika.



