Baru-baru ini, seorang gamer Jepang tertangkap bermain PSP di peron stasiun saat memainkan 《Monster Hunter》. Namun, seorang siswa SD di sebelahnya mengira bahwa itu adalah ”Switch palsu”. Insiden ini secara tak terduga menyoroti perubahan di pasar konsol genggam. Pengalaman ini menjadi viral di platform media sosial, mendorong banyak netizen untuk membagikan kenangan mereka bersama PSP. Konsol yang dulunya menjadi ikon tren tersebut kini dianggap sebagai ”barang antik” oleh generasi muda, memberikan nostalgia mendalam kepada para gamer berpengalaman yang mengingat cepatnya berlalunya waktu.
Seorang pemain bernama オズ membagikan pengalamannya di platform media sosial X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter), saat dia sedang menunggu kendaraan sambil menggunakan PSP, tiba-tiba dia mendengar seorang anak sekolah dasar berkata, “Orang itu sedang main Switch palsu.” Situasi seperti ini membuatnya bingung antara ingin tertawa atau menangis. Kisah ini juga memicu gelombang kenangan kolektif para pengguna internet tentang PSP. Setelah dipublikasikan, unggahan terkait memperoleh lebih dari 7 juta kali dilihat, dengan komentar penuh nostalgia dan gambar terus bermunculan. Banyak orang mengungkapkan bahwa mereka sudah bertahun-tahun tidak melihat seseorang menggunakan PSP atau PSV di tempat umum, dan langsung merasa seakan kembali ke masa-masa muda mereka.
Di kolom komentar, banyak netizen mengungkapkan bahwa anak-anak zaman sekarang tidak begitu mengenal PSP. Ada yang berkomentar: "Anak-anak sekarang cuma tahu kalau Switch adalah konsol permainan genggam." Ada juga netizen yang menambahkan: "PSP generasi pertama sudah lebih dari 20 tahun sejak dirilis, anak-anak yang lahir pada waktu itu sama sekali belum pernah melihatnya." Seorang gamer lainnya pun bernostalgia: "Dulu, PSP adalah simbol tren untuk generasi kita, tapi sekarang malah jadi benda antik misterius di mata anak-anak."
Selain itu, beberapa pemain membagikan pengalaman mereka sendiri, di mana saat mereka keluar rumah, mereka juga mendapat tatapan penuh rasa penasaran dari anak-anak kecil dan harus menjelaskan bahwa "mesin ini sudah ada sebelum Switch diluncurkan." VtuberRumah Hantu Musim Hujan juga menanggapi, mengatakan bahwa dirinya pernah bertemu dengan anak kecil di kereta yang menatapnya dengan pandangan aneh, sehingga ia menjelaskan bahwa ini adalah konsol genggam yang lebih tua dari Switch.
Banyak orang mengakui bahwa bagi mereka, PSP bukan hanya sekadar konsol game, tapi juga bagian dari masa muda mereka, seperti Monster Hunter Portable 2nd G yang sempat booming dan membuat banyak orang tergoda untuk membeli PSP. Wajar saja kalau anak-anak SD zaman sekarang tidak terlalu akrab dengan PSP, bahkan PSV saja sudah menjadi konsol dari 14 tahun yang lalu.
Beberapa netizen mengungkapkan perasaan mereka tentang situasi ini, PSP yang dulu disebut sebagai Walkman abad ke-21, kini malah dianggap oleh anak-anak sebagai Switch palsu. Pergantian generasi seperti ini benar-benar memancing banyak emosi. Seorang netizen lainnya menambahkan, "Waktu berlalu tanpa ampun, konsol genggam yang dulu menjadi raja kini perlahan menjadi bagian dari sejarah."
PSP (PlayStation Portable) pertama kali diluncurkan pada Desember 2004 oleh Sony Computer Entertainment. Dengan layar beresolusi tinggi dan fitur-fitur canggih, perangkat ini dengan cepat menarik perhatian para gamer. Pada tahun 2009, versi saudara dari perangkat ini, PSP go, juga dirilis. Meskipun produksi telah lama dihentikan, hingga kini masih banyak komunitas gamer yang aktif di dunia maya atau mengadakan pertemuan nostalgia. Pengaruh dan kenangan yang ditinggalkan PSP jauh melampaui perannya sebagai konsol game.
Meskipun era konsol genggam saat ini telah diambil alih oleh Switch, kenangan penuh semangat dan nostalgia yang dibawa oleh PSP tetap tertanam dalam dan meninggalkan jejak yang mendalam di hati satu generasi. Bagi banyak orang, ini bukan sekadar kesalahpahaman antar generasi, tetapi juga menjadi cermin yang menyaksikan berlalunya waktu.



