Di Futures Game kali ini, pitcher muda dari Gril Metro, Jonah Tong, tampil di mound Atlanta, memicu kenangan para penggemar akan pitcher legendaris Tim Lincecum. Pitcher berusia 22 tahun ini sudah mempelajari gaya pitching dan pemikiran Lincecum dengan saksama, menjadikannya sebagai panutan. Tidak mengejutkan, komentator MLB Network, Jonathan Mayo, langsung membandingkan keduanya selama siaran, menyoroti hubungan di antara mereka.
Tong musim ini terutama bermain untuk tim Binghamton di 2A, dan kemudian naik ke 3A Syracuse pada bulan Agustus. Ia melakukan debutnya di panggung MLB pada 29 Agustus, tampil mengesankan dalam pertandingan melawan Marlins. Penampilannya di liga minor sangat mencolok, dengan mencatatkan 179 strikeout, ERA 1.43, dan rata-rata batting lawan hanya .148, menjadikannya salah satu pemain unggulan.
Kedua pelempar memiliki kesamaan dalam bentuk fisik, tetapi juga terdapat perbedaan penting. Dalam gerakan lemparannya, Tong terbiasa untuk melempar kepada pemukul di depan dengan jangkauan hampir tujuh kaki saat melepaskan bola, ciri ini sangat mirip dengan teknik pelemparan Lincecum. Data visual dari Futures Game menunjukkan bahwa gaya lempar Tong mengingatkan kita pada penampilan luar biasa Lincecum di babak penyisihan National League pada tahun tersebut, bahkan mampu menghasilkan momen cemerlang dengan 14 strikeout sebagai perbandingan.
Perlu dicatat bahwa meskipun Lincecum memiliki perjalanan di liga kecil yang relatif singkat, dia dengan cepat menonjol setelah draft 2006 dengan tingkat strikeout yang tinggi. Namun, lingkungan baseball telah berubah, dan saat ini tingkat strikeout jauh lebih tinggi dibandingkan era tersebut. Meskipun begitu, tingkat strikeout 37,8% milik Tong membuktikan kemampuannya dan potensi yang ia miliki.
Lincecum dikenal sebagai 怪物 The Freak dan pada tahun itu ia bahkan mencapai rasio strikeout sebesar 40,5%, sebuah terobosan yang luar biasa. Meskipun ia pernah diragukan karena fisik dan daya tahannya, seiring dengan perkembangan kariernya, ia berhasil meraih tiga cincin juara World Series yang membuktikan kekuatannya.
Menurut data resmi, Lincecum memiliki tinggi 5 kaki 11 inci dan berat 170 pon. Sementara itu, Tong di liga AAA berhasil mencapai rata-rata kecepatan fastball 95,8 mph, dengan kecepatan tertinggi mencapai 98 mph, yang menunjukkan kemampuannya yang luar biasa. Tinggi Tong sekitar 6 kaki 1 inci dan berat 180 pon, dengan tubuh yang kekar dan sangat kuat, jelas memberikan fondasi yang baik untuk karier profesionalnya di masa depan.



