London Fashion Week 2026 untuk musim semi dan panas resmi dibuka, yang merupakan titik awal yang krusial bagi industri mode Inggris. Di bawah kepemimpinan CEO baru, Laura Weir, British Fashion Council (BFC) dengan berani mengumumkan dimulainya Era Baru, dengan rencana terkait yang sedang dilaksanakan secara bertahap. Di antara itu, rencana BFC NEWGEN untuk tahun 2025/26 merupakan langkah penting untuk kembali memfokuskan perhatian pada desainer-desainer baru.
Dalam daftar NEWGEN tahun ini, desainer Oscar Ouyang yang lahir di Beijing dan kini berdomisili di London tanpa ragu menjadi sorotan utama—dia baru saja menyelesaikan peragaan busana resmi pertamanya di fashion week.
Koleksi SS26 Ouyang meneruskan gaya naratif yang dia kembangkan selama tujuh tahun di Central Saint Martins College of Art and Design. Ia dengan cerdik menggabungkan elemen tradisional, budaya jalanan, dan kerajinan halus, menciptakan sebuah citra yang tidak hanya imajinatif tetapi juga sesuai dengan kebutuhan busana sehari-hari.
Pembukaan tampil dengan gaya menggunakan mantel ala militer, dipadukan dengan celana pendek mengkilap dan scarf rumbai dengan warna senada. Selanjutnya muncul serangkaian desain yang kaya akan lapisan—misalnya, menggabungkan celana ketat rajut tujuh per delapan di bawah celana pendek berbulu yang mengembang, dipadukan dengan kaos berwarna abu-abu lembut dan topi rajut. Atau, menaburkan rumbai pada atasan rajut lengan pendek, menciptakan padu padan yang sempurna dengan celana panjang fungsional dan sepatu sneakers.
Seluruh rangkaian desain rajutan ini memiliki variasi yang kaya, mulai dari vest tanpa lengan yang klasik, ponco, hingga kaos rajut oversized yang longgar, serta atasan panjang dengan sentuhan sculptural. Berbagai model ini saling bersilangan, menciptakan efek visual yang begitu kaya.
Namun, sorotan utama musim ini adalah bulu—selain disisipkan dalam rambut model, bulu ini juga mempercantik tali sepatu, bahkan dijahit pada aksesori kepala; seperti yang disebutkan oleh desainer dalam catatan setelah pertunjukan, elemen ringan ini bertujuan untuk membangkitkan asosiasi misterius dengan Raja Hutan.
Meskipun koleksi ini dipenuhi dengan nuansa fantastis, tetap mengusung palet warna earthy dan siluet streetwear yang menjadi dasar, dihiasi dengan bahan fungsional: jaket khaki, celana kerja berwarna militer hijau dan navy yang menjadi sorotan utama. Terakhir, dipadukan dengan sepatu kanvas Converse, setiap penampilan berhasil mencapai keseimbangan antara narasi dan fungsionalitas, sepenuhnya menunjukkan kemampuan Ouyang dalam mengubah cerita dan kerajinan menjadi gaya sehari-hari.
Geser ke atas untuk melihat terlebih dahulu berbagai gaya dari seluruh koleksi SS26.



